Mencoba Tips Investasi dari Krisis 2008

Mencoba Tips Investasi dari Krisis 2008Kerugian ternyata penah juga di alami oleh AS ditahun 2008 akibat bangkrutnya Lehman Brothers yang mengakibatkan ekonomi dunia mengalami krisis yang luar biasa. Untuk anda yang ingin menginvestasikan penghasilanya sebaiknya anda betul-betul belajar dari apa yang pernah di alami oleh As pada tahun 2008.

Berikut ini tips berinvestasi dari pengalaman yang pernah dialami AS yang dikutip dari CNN:

1. Jangan simpan investasi di satu sektorBangkrutnya Lehman Brothers mulai terasa. Saham-saham berjatuhan, bukan saham perusahaan yang jelek, tapi perusahaan-perusahaan raksasa yang selama ini menguasai pasar dunia. Hanya dalam sebulan, investor menarik dana hingga US$ 71 miliar (Rp 710 triliun). Hanya orang terkaya ketiga di dunia, Warren Buffett, yang menyatakan saatnya beli saham. Intinya, Anda harus berani untuk tidak ikut-ikutan tapi ambil kesempatan saat pasar sedang turun. Pasar turun berarti banyak saham yang diskon.

2. Beli dan tahan untuk jangka panjang Saat ini Indeks Dow Jones sudah kehilangan lebih dari setengah posisinya tahun lalu. Pasar saham belum benar-benar pulih sampai pada 2013 ini. Jadi jangan cepat-cepat ingin mendapatkan untung dalam waktu dekat, namanya juga lagi krisis, bersabarlah. Dalam beberapa tahun pasar saham akan kembali normal dan investasi Anda juga kembali membaik.

3. Diversifikasi investasi lebih luas lagi Pada 2008 lalu, tipe diversifikasi yang paling tokcer adalah investasi di saham dan obligasi. Nah, maju tiga tahun ke depan, setelah krisis finansial terjadi, instrumen investasi in tak lagi aman, apalagi dengan Eropa yang krisisnya tidak habis-habis.

4. Mengejar keuntungan cepat biasanya gagal Indeks Dow Jones secara tiba-tiba anjlok 1.000 poin, indikasinya gara-gara ada kesalahan teknis dalam sistem trading yang membuat orang panik sehingga buru-buru melepas portofolionya.

5. Saham bisa pulih, trauma pelaku pasar terus melekat Indeks Dow Jones menembus posisi tertingginya sepanjang masa, hanya dalam lima tahun setelah terkena krisis ekonomi.

Meski saham bisa pulih, tapi trauma pelaku pasar dan otoritas tidak hilang begitu saja. Bisa terlihat dari sikap investor yang semakin hati-hati, pemerintah juga mengeluarkan undang-undang yang bisa diterapkan jika suatu saat ada indikasi krisis ekonomi akan kembali.