Tips Aman Berkendara di Jalan Bebas Hambatan

Tips Aman Berkendara di Jalan Bebas HambatanPemerintah membuat jalan bebas hambatan atau jalan tol fungsinya untuk menghindari macet bagi anda yang tidak ingin terjebak dalam kemacetan kota jalan tol yang ada di setiap daerah Indonesia tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan jalan tol cukup memberikan mamfaat bagi berlangsungnya kegiatan masyarakat.

Jalan tol cenderung jalannya lurus yang membuat pengendara bebas memacu kendaraan semau mungkin beda dengan jalan biasa walaupun jalan tol dikatakan jalan anti macet tetapi tidak sedikit orang yang mendapatkan kecelakaan dikarenakan kelalaian dalam mengemudi. Bahkan banyak kasus setelah ada kecelakaan, pengguna jalan tol baru tahu fungsi marka jalan. Ada beberapa rambu dan marka jalan serta fungsinya yang perlu Anda ketahui.

Median Concrete Barrier
Fungsinya sebagai pembatas jalan di arus berlawanan, batas minimal ketinggian sekitar 75 cm dan terbuat dari beton. Kini median concrete barrier bentuknya sedikit berubah, yaitu bagian bawah melebar serta menjorok keluar sisi kiri dan kanan.

Penghalau Silau
Umumnya penghalau silau di jalan tol perkotaan menggunakan pelat besi berbentuk kotak. Fungsinya menghalau sinar lampu mobil dari arah berlawanan. Berbentuk kotak karena jalan tol tersebut mempunyai ruang terbatas.

Rambu Petanda Objek
Rambu ini berfungsi ketika malam hari dengan warna ku­ning hitam bergaris. Bila terkena sinar lampu alat ini berpendar. Letaknya di depan objek statis seperti tiang beton jembatan dan jarak antara objek dan rambu petanda sekitar 1-2 meter.

Rumble Strip (Pita Penggaduh)
Rumble strip biasanya dipasang 350 meter dari gardu tol. Semakin dekat gardu, pita penggaduh jumlahnya semakin banyak. Fungsinya untuk mengurangi kecepatan mobil karena sudah dekat dengan gardu tol.

Lajur Penyelamat
Lajur penyelamat biasanya berada jalan menurun curam dan berada di sisi bahu jalan berbentuk undakan tinggi. Sementara dasar lajur penyelamat terbuat dari pasir.

Bull Nose (Pelindung Gardu Tol)
Fungsinya untuk melidungi petugas yang berada di gardu tol dari pengguna jalan tol yang mengalami rem blong. Bentuk bull nose seperti hidung banteng, semakin dalam ke arah gardu tol bentuknya semakin meninggi dan diakhiri dengan pelindung beton.