Tips Mahir Berkendara di Jalan yang Berlubang

Tips Mahir Berkendara di Jalan yang BerlubangTerlihat sekarang ini sangat banyak jalanan yang memerlukan perbaikan karena berlubang yang disebabkan oleh curah hujan pada bulan-bulan yang lalu yang menyebabkan banyaknya orang mendapatkan kecelakan karena faktor rusaknya jalan. Olehnya itu pada kesempatan ini tips logi ingin memberikan kepada Anda dalam berkendara menghindari jalanan yang berlubang:

1. Usahakan Anda hafal betul dengan lokasi jalan yang berlubang. Hal ini akan memudahkan Anda untuk menghindari lubang tersebut, dan dari kejauhan Anda bisa mempersiapkan untuk berpindah lajur menghindari lubang.

2. Berikan jarak pandang yang cukup antara Anda dan kendaraan di depan, serta tetap jaga konsentrasi. Hindari posisi terlalu mepet dengan mobil sehingga kondisi jalan lebih terlihat jelas sehingga Anda punya kesempatan lebih banyak untuk menghindar ketika melihat Lubang.

3. Ketika mendadak melihat lubang, segera perlambat kendaraan dengan menutup putaran gas dan menekan kedua tuas rem. Usahakan komposisi tekanan tuas rem adalah Rem belakang 60 dan Rem depan 40. Bila memungkinkan, tengok kaca spion untuk memastikan tidak ada kendaraan yang akan melintas di area yang akan Anda gunakan untuk menghindar. Bila tidak memungkinkan, perlambat kendaraan sampai berhenti, kemudian Anda melihat kaca spion dan tunggu sampai situasi aman, baru kemudian menghindari lubang tersebut. INGAT…… Jangan pernah berspekulasi….. itu SANGAT BERBAHAYA!

4. Bila jarak pengereman terlalu pendek dan Anda harus melewati lubang tersebut, maka tetap perlambat kendaraan dan angkat pinggul Anda, sedikit tekuk lutut dan siku tangan, serta genggam lebih kuat setang kemudi. Hal ini bertujuan supaya Anda tidak terlempar dari kendaraan. Selanjutnya, berjalanlah lagi dengan tenang dan lebih waspada.

5. Bila Anda mengetahui pengendara di depan akan menghadapi lubang, cobalah mengurangi kecepatan dan memberi kesempatan menghindar. Langkah ini lebih baik daripada pengendara tersebut menghindar saat kita sedang di sebelahnya. Terlepas dari siapa yang benar dan yang salah, tetap saja kita terlibat dalam kecelakaan jika memang bersenggolan.