Tips Mengendarai Motor Kopling di Tanjakan Dan Turunan

Tips Mengendarai Motor Kopling Di Tanjakan Dan TurunanTIPSLOGI.COM – Saat melakukan perjalanan dengan mengendarai kendaraan, apakah itu roda empat atau roda dua pastikan Anda menyerahkan nyawa Anda pada kendaraan Anda. Artinya agar Anda selalu waspada karena kecelakaan dan kematian tidak ada yang tahu datangnya.

Melakukan perjalanan jauh yang melewati jalan mendaki dan menurun tentu keahlian dalam memainkan persenelan dan kopling kendaraan sangat diperhatiakan. Seorang pengendara tidak hanya dituntut meningkatkan kewaspadaan, juga keterampilan dan kesabaran apalagi bagi Anda seorang bikers.

Berikut tipslogi.com berikan beberapa hal yang harus dilakukan saat menghadapi tanjakan dan turunan terutama saat Anda melakukan perjalan jauh. Langkah-langkah yang harus dilakukan ini dalam kondisi jalanan turunan dan tanjakan dalam sudut kemiringan berapapun.

Cara pertama kali mau jalan

Tahan kopling, masuk ke gigi 1, sambil di gas buka kopling setengah, tahan 1-3 detik, setelah motor jalan dengan stabil, baru lepas kopling sampe full. Masuk ke gigi selanjutnya (sambil kopling ditahan.

Cara belok di tikungan

Kalau laju motornya cepat, tidak perlu menggunakan kopling, kalau laju motor lambat, gunakan gigi 1 atau 2, sambil tahan kopling setengah, saat pas menikung bener-benar berhenti tahan koplingnya sampe full.

Saat jalan tanjakan

Gunakan kecepatan secara normal dengan gigi rendah. Tahan kopling setengah tambah mainkan gas. Lebih baik menggunakan posisi gear sesuai kecepatan dan ketinggian tanjakan. Semakin tinggi tanjakan, gunakan gear di posisi rendah. Saat pengereman, sebaiknya lebih banyak menggunakan rem belakang. Hal ini untuk menahan gaya dorong kendaraan ke belakang.

Selain itu Anda harus lebih banyak menghindari posisi di belakang kendaraan berukuran besar, seperti truk dan bus. Namun bila terpaksa harus berada di belakang kendaraan besar, ambil posisi di sebelah kanan atau mengambil jarak paling aman di belakangnya.

Saat di jalan turunan

Masuk Gigi satu, karena akan membantu sebagai engine break jadi tidak perlu dikopling. Kecuali kalau bener-benar motor berenti harus dimainkan koplingnya (tahan setengah + rem).

Fungsikan rem depan lebih besar daripada rem belakang. Langkah ini dilakukan untuk menahan daya dorong motor ke arah depan. Saat berhenti di turunan, gunakan pula kaki kanan sebagai penopang.