Tips Memulai Berinvestasi

Tips Memulai BerinvestasiSaat ini, wanita memiliki banyak peran yang (mau tak mau) harus dijalankan dengan seimbang. Selain sebagai wanita karir, seorang ibu dan sebagai istri, Anda pun mempunyai tanggung jawab untuk mengelola keuangan.

Bicara masalah keuangan, menabung saja sebenarnya tidak cukup. Untuk mencukupi segala kebutuhan Anda dan keluarga serta masa depan, Anda dapat melakukan investasi.

Biasanya pria yang dianggap lebih paham mengenai hal tersebut. Wanita kerap memilih menyerahkan urusan tersebut pada pasangannya.

Namun para wanitalah yang kini justru jadi pengelola keuangan keluarga. Sehingga mau tidak mau, masalah investasi ini pun harus Anda pelajari dan ketahui.

Bagaimana caranya berinvestasi? Apa saja yang harus diperhatikan jika ingin berinvestasi? Berikut beberapa saran dari Vice President Corporate Branding, Marketing and Communication PT A.J. Sequis Life, Fibriyani Elastria. Saran di bawah ini diberikannya di sela-sela acara ‘Superwoman Rocks’ yang diadakan di Largo Kemang, Kamis (15/12/2011):

1. Ubah mindset

Terkadang masyarakat awam selalu menyepelekan sesuatu yang mereka belum paham betul dampak dari sesuatu tersebut seperti apa. Mendengar kata investasi, tak sedikit orang langsung tidak tertarik untuk melakukan investasi dan berpikir bahwa melakukan investasi itu merupakan suatu hal yang berat. Pada dasarnya, pertama-tama yang harus Anda lakukan yaitu dengan mengubah mindset Anda.

Jangan langsung berpikiran bahwa mengeluarkan uang untuk berinvestasi itu merupakan hal yang berat dan sulit. Justru investasi sebenarnya simpel. Misalnya dalam satu hari Anda dapat pergi ke mal dengan membayar parkir bisa sampai Rp 10 ribu, sama halnya juga dengan Anda pergi membeli bakso dengan segelas minum, Anda mengeluarkan uang hingga Rp 10 ribu. Namun jika Anda dapat berinvestasi Rp 10 ribu per harinya, untuk ke depannya Anda akan mendapatkan lebih dari jumlah yang telah Anda investasikan.

2. Berinvestasi sejak awal

Jika Anda saat ini berumur 30 tahun, kemudian Anda mempunyai rencana untuk pergi keliling Eropa dengan keluarga Anda misalnya, berinvestasilah sejak awal. Karena untuk pergi keliling Eropa, bukan hanya merupakan keinginan saja, melainkan juga apa sebenarnya kebutuhan Anda, suami dan anak-anak selama di Eropa. Semakin dini Anda mulai berinvestasi, semakin banyak pula dana yang akan Anda dapatkan. Dalam berinvestasi, usahakan minimal lima atau enam tahun untuk menabung. Karena kunci utama dalam investasi adalah jangka waktu.

3. Ukur profil risiko

Tentukan siklus yang cocok dengan Anda. Jika Anda berinvestasi, ukur profil risikonya terlebih dahulu. Apabila Anda berada di posisi umur 20an, ambillah jenis investasi yang agresif sehingga tingkat risikonya tinggi. Jika umur Anda berkisar 30an, Anda dapat mengambil jenis investasi yang stabil dengan tingkat risiko yang moderat. Sedangkan jika umur Anda berkisar 50an, maka Anda dapat mengambil jenis investasi yang konservatif sehingga risiko yang didapat kecil.

4. Berpikir ke depan

Apa yang akan terjadi jika hidup Anda ternyata lebih lama daripada kemampuan finansial Anda? Untuk mendapatkan kehidupan yang nyaman di saat Anda sudah tidak berpenghasilan lagi, salah satunya yaitu dengan didukung oleh dana yang telah Anda investasikan. Jika Anda berpikir ke depan mulai dari awal, maka Anda dapat menikmati masa tua Anda nantinya dengan kenyamanan.