Tips Menghindari Tabrakan Maut

Tips Menghindari Tabrakan Maut Tips berikut mungkin akan dapat berguna bagi para pengendara motor maupun mobil yang sering sekali bepergian dan menjalani rutinitas serta kesibukan di setiap harinya, nah dalam berkendara ternyata kita kadang kala lupa akan aturan dan keamanan dalam berkendara itu sendiri.

1. Periksa Rem
Rem adalah bagian yang vital di kendaraan untuk mencegah terjadinya tabarakan, selalu periksa rem kendaraan anda sebelum memulai melakukan aktifitas berkendara

2. Jaga Emosi
Permasalahan pekerjaan, rumah ataupun masalah pribadi seringkali membuat kurang kita berkonsentrasi ketika berkendara, untuk pencegahannya sebisa mungkin kita tidak mengendarai kendaraan atau kita meminta bantuan orang lain untuk mengandarainya

3. Perhatikan Jarak
jarak aman dalam berkendara antara 5 – 10 meter, hal ini dimaksudkan agar ketika terjadi kecelakaan kita dapat menghindar paling tidak kita tahu dan kita siap bila terjadi tabrakan ataupun benturan dengan pengendara lain

4. Waspada terhadap pengendara lain
Beberapa pengemudi di jalan terkadang ugal-ugalan di jalan, selalu waspada dalam memperhatikan pengemudi di depan kita maupun di belakang kita.

5. Nyalakan Lampu
Nyalakan lampu sebagai tanda peringatan jika menemui sesuatu yang dapat mengakibatkan kecelakaan, misalnya pengendara yang melanggar marka lurus dan sebagainya yang dapat memicu terjadinya tabrakan

6. Perhatikan Posisi Benturan
Bila lima tips diatas sudah dilakukan dan kita tetap mengalami tabrakan selalu perhatikan posisi tabrakan dan posisi jatuh, karena sepersekian detik akan anda dapatkan sebelum terjadinya kecelakaan. Pergunakan waktu yang sedikit itu untuk menentukan posisi benturan kita, pilih posisi yang memungkinkan pada kerusakan terkecil, pada pengemudi dan penumpang maupun pada kendaraan.
Posisi jatuh harus juga kita perhatikan karena akan berpegaruh terhadap luka yang akan didapatkan, pemilihan tempat untuk jatuh adalah langkah yang tepat karena semakin panjang dan tanpa halangan hanya akan berakibat luka memar dan badan linu, hal ini lebih baik daripada posisi jatuh kita tertahan pada suatu benda, karena akan berakibat buruk pada organ dalam kita.